Tumpukan Buku
Jakarta@16-2-2023. Banyak orang meremehkan arti sebuah buku. Bagi mereka buku tidak ubah berharganya dengan kumpulan kertas yang direkatkan dengan teknologi tertentu dan disatukan sehingga mudah dibawa kemana-mana. Buku hanyalah sebuah platform baik berbentuk pdf, psd dan lain-lain. Tidak penting bentuknya tapi yang terpenting adalah isinya. Demikian kebanyakan orang menilai sebuah buku.
Padahal buku adalah begitu lekat dengan sejarah peradaban manusia, tanpa buku tidak mungkin ada peradaban dan kehidupan manusia. Dengan buku transfer pengetahuan dan teknologi menjadi super cepat dan maha dahsyat. Buku mencatat lintasan perjalanan waktu manusia dan menjadikan pengetahuan berpindah-pindah dengan cepatnya. Dengan buku manusia bisa masuk dan menembus batas baik waktu, tempat wilayah maupun peradaban. Sedemikian hebatnya buku itu ada dalam kehidupan manusia.
Tidak heran manusia yang memiliki peradaban yang adiluhung akan menganggap penulis buku bukanlah pihak sembarangan, melainkan sosok yang menoreh peradaban dan mengisi warna akan sejarah kehidupan manusia. Sayangnya mereka yang berusaha menorehkan warna dalam kehidupan manusia kadang dilupakan dan tenggelam dalam peradaban. Mereka menjadi sosok anonim atau tanpa nama, tanpa tanda jasa dan tanpa ada popularitas.
Terlebih mereka kada dicemoohkan, diledek dan dinafikkan dalam kehidupan. Sudah banyak penulis-penulis yang terlupakan dan jasanya hanya sekedar tukang ketik dan nulis sebuah kertas bekas. Penulis adalah budak, demikian gambaran para penulis dan cendikiawan di masa Romawi usai Yunani ditaklukkan. Para penulis adalah para budak yang diperjualbelikan bersamaan atas kepemilikan atas perpustakaan-perpustakaan pribadi milik raja, jenderal, pejabat atau para senator yang ditaklukkan.
Hargailah penulis buku walau mereka hanya orang-orang sepele tetapi jasanya sedemikian besar untuk peradaban manusia, mereka bekerja dalam berpikir yang jauh diberikan untuk kemaslahatan manusia. Tidak akan ada peradaban yang dahsyat tanpa sumbangsih para penulis buku dan mereka yang mengisi ruang-ruang konten maya yang ada dalam alam digital. Manusia hanya akan bisa menikmatinya tanpa tahu siapa sang pahlawan yang begitu berjasa. Sedemikian besar arti makna sebuah buku bukan? (Pris)